IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN BAHAYA
Untuk bekerja dengan aman dan selamat, maka pekerja harus :
- Mengetahui pekerjaan yang akan dilakukan
- Mengetahui pekerjaan yang akan dilakukan
- Mengetahui langkah/tahapan pekerjaan tersebut
- Mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi dari pekerjaan yang akan dilakukan
- Mengetahui cara mengendalikan thd bahaya-bahaya tersebut
- Mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi dari pekerjaan yang akan dilakukan
- Mengetahui cara mengendalikan thd bahaya-bahaya tersebut
TUJUAN :
Tujuan mempelajari Identifikasi Potensi Bahaya (Hazards) adalah untuk mengetahui Potensi Bahaya yang ada di tempat kerja, kemudian melakukan evaluasi terhadap Resiko yang dapat ditimbulkan Potensi Bahaya tersebut guna dapat menentukan langkah-langkah pencegahan dari Potensi Bahaya yang dapat menimbulkan Kecelakaan, Cedera dan timbulnya penyakit.
KEGUNAAN IDENTIFIKASI BAHAYA
Guna mendapatkan “kepastian keselamatan” atas diri kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita, maka kita perlu melakukan “Identifikasi Bahaya” (Hazard Identification ).
Guna mendapatkan “kepastian keselamatan” atas diri kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita, maka kita perlu melakukan “Identifikasi Bahaya” (Hazard Identification ).
Bahaya adalah situasi atau proses kerja yang dapat menimbulkan kerugian seperti :
- Cedera
- Rusaknya Peralatan dan
- Terhentinya proses produksi
- Rusaknya Peralatan dan
- Terhentinya proses produksi
KENAPA “ KESELAMATAN KERJA “ DIPERLUKAN KARENA :
1. Kecelakaan yang terjadi dapat menimbulkan penderitaan , bahkan menghilangkan nyawa .
2. Kecelakaan menimbulkan biaya / kerugian .
3. Kecelakaan / bahaya pada dasarnya timbul akibat perbuatan manusia dan dapat diminimalkan atau dihindari/ditanggulangi .
1. Kecelakaan yang terjadi dapat menimbulkan penderitaan , bahkan menghilangkan nyawa .
2. Kecelakaan menimbulkan biaya / kerugian .
3. Kecelakaan / bahaya pada dasarnya timbul akibat perbuatan manusia dan dapat diminimalkan atau dihindari/ditanggulangi .
APA YANG HARUS DILAKUKAN ?
INILAH YANG HARUS DILAKUKAN:
1.Kenali daerah -daerah / aktivitas yang mempunyai potensi kecelakaan / bahaya paling tinggi .
2.Lihat dan periksa daerah -daerah yang kondisinya tidak aman ( Unsafe Condition ) .
3.Lihat dan periksa individu -individu atau sekelompok individu yang melakukan tindakan tidak aman .
1.Kenali daerah -daerah / aktivitas yang mempunyai potensi kecelakaan / bahaya paling tinggi .
2.Lihat dan periksa daerah -daerah yang kondisinya tidak aman ( Unsafe Condition ) .
3.Lihat dan periksa individu -individu atau sekelompok individu yang melakukan tindakan tidak aman .
RESIKO BAHAYA PHISIK :
Misalnya;
- Bising
- Vibrasi
- radiasi ion.
- Peralatan/mesin yang tidak dilindungi.
- Permukaan yang licin.
- benda yang menonjol.
- Panas atau Dingin yang berlebihan.
- Penerangan yang kurang.
- Peralatan (Tools) yang sudah rusak.
- Pelistrikan.
- Bising
- Vibrasi
- radiasi ion.
- Peralatan/mesin yang tidak dilindungi.
- Permukaan yang licin.
- benda yang menonjol.
- Panas atau Dingin yang berlebihan.
- Penerangan yang kurang.
- Peralatan (Tools) yang sudah rusak.
- Pelistrikan.
Untuk mengidentifikasi kita perlu mengenali bahwa bahaya dapat berupa :
- Tampak jelas
- Tersembunyi
- Berkembang
- Tersembunyi
- Berkembang
Batasan Bahaya & Resiko
Bahaya Dapat Dilihat Pada :
- Manusia : sifat ceroboh karyawan,sifat pemarah atasan
- Peralatan : Laju kendaraan, aus mesin
- Bahan : Mudah terbakarnya BBM
- Lingkungan : Licinnya jalan tambang
- Proses Kerja: Sulitnya pekerjaan.
- Manusia : sifat ceroboh karyawan,sifat pemarah atasan
- Peralatan : Laju kendaraan, aus mesin
- Bahan : Mudah terbakarnya BBM
- Lingkungan : Licinnya jalan tambang
- Proses Kerja: Sulitnya pekerjaan.
by. FMatasin.



